PROPOSAL PENELITIAN
PENERAPAN HIJAB SYAR’I DALAM KEHIDUPAN MODERN
M. Yordan Aldisar (XI PK – 18- )
Muhammad Aqib (XI PK – 24- )
A.
Latar Belakang Masalah
Dikalangan masyarakat kita,
mayoritas agamanya islam, walaupun mayoritas, namun kurang terlihat perbuatan
masyarakat kita yang menunjukkan nilai islam seluruhnya. Islam dikategorikan sebagai
agama yang banyak kegiatan wajibnya. Yang setiap harinya diwajibkan melakukan
sholat lima waktu bagi yang sudah baligh. “Islam memiliki lima pokok yang harus
dijaga umatnya yaitu ruh, harta benda, pikiran, keturunan dan aurat atau
kehormatan. Kelima dasar pokok ini harus dijaga oleh umat islam dengan seluruh
jiwa dan raganya. Misalnya aurat yang merupakan kehormatan dari manusia
khususnya wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang sesuai syari’at
Islam serta menutup kepalanya dengan jilbab.”1
Jilbab diwajibkan bagi muslimat,
karena sudah ada dalilnya didalam al-Qur’an dan Hadits. Kebanyakan umat muslim
tahu bahwa islam mewajibkan wanita (muslimah) untuk mengenakan jilbab. Adanya
kewajiban memakai jilbab bagi wanita, sejarah berkata bahwa jilbab itu sendiri
merupakan bagian dari pakaian kebesaran dari umat islam. Batasan-batasan aurat
bagian muka dan telapak tangan baik dalam keadaan sholat muapun tidak. Suatu
keharusan bagi setiap wanita memakai jilbab dengan maksud untuk menutupi aurat.
Jilbab merupakan identitas sebagai sebuah kebaikan, kesopanan, ketaatan,
ataupun hal-hal yang bersifat terpuji.
“Pada awal sebelum islam, jilbab
sudah dipakai oleh kaum wanita arab yang merdeka. Sedangkan wanita yang
berstatus sebagai budak tidak memakai jilbab. Namun, pada masa itu jilbab
dipakai hanya sekadar untuk menutup sebagian rambut, sedangkan leher tetap
dibiarkan terbuka dan bahannya pun terbuat dari bahan yang tipis, karena kaum
wanita arab pada waktu itu senang memperlihatkan perhiasan dan kecantikan mereka.”2
Ragam bentuk hijab bermacam-macam
varian, hal itu dikarenakan oleh perkembangan zaman yang semakin pesat. Seperti
jilbab bergo atau jilbab instan, jilbab rajut, jilbab segi empat atau pashmina,
dan jilbab segitiga. Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia di hebohkan dengan artis-artis
berjilbab yang bisa dikatakan berlebih-lebihan, yang berhijabnya mana kala itu
menampakkan bentuk lehernya seperti biarawati Kristen, kepalanya seperti
bonggol unta yang bergoyang-goyang, dan kain jilbabnya tidak menutupi dada.
Itulah permasalahan yang sekarang terjadi di masyarakat Indonesia. Karena ada
hadits yang berbunyi :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa
menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud,
Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no.
3401).3 Dan juga ada hadits yang artinya “Ada
dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, (1) Kaum yang
membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa
yang dzalim) dan (2) perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang,
cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada
kemaksiatan. Kepala-kepala mereka
seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk
surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi syurga itu tercium dari
jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jaraknya jauh sekali).” (HR. Muslim)4
Dari dua hadits di atas, kita
mengetahui bahwa sangat pentingnya wanita untuk tidak berlebih lebihan dalam
berhijab, dan masyarakat kita kebanyakan belum tahu tentang dua hadits
tersebut, sehingga mereka meniru gaya berhijabnya artis-artis. Maka ada sebuah
tekad dari penulis untuk mengadakan penelitian tentang “Penerapan Hijab Syar’i
Dalam Kehidupan Modern”.
A.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari hijab syar’i dan apa pentingnya memakai hijab
syar’i.
2.
Bagaimana penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern.
B.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk mengetahui pengertian dari hijab syar’I dan mengetahui
pentingnya memakai hijab syar’i.
2.
Untuk mengetahui penerapan hijab syar’i yang benar dalam kehidupan
modern.
C.
Manfaat Penelitian
1. Menambah wawasan penulis mengenai arti
hijab syar’i yang sebenarnya.
2. Dapat menjadi pertimbangan untuk
diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat
3. Sebagai bahan referensi bagi pembaca
sehingga dapat memperkaya dan menambah wawasan.
D.
Telaah Pustaka
Melihat urgensi dari memakai hijab syar’i, tentunya tidak sedikit
dari peneliti yang membahas tema ini diantaranya adalah:
1.
Skripsi Ike Puspita Sari yang berjudul ” Perspektif
Jilbaber Terhadap Trend Jilbab Dikalangan Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta” Mahasiswi
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2013.
Skripsi ini menyipulkan mengapa para jilbaber dapat berpegang teguh dengan penampilan
mereka yang sederhana namun Islami pada saat perubahan zaman yang terjadi saat
ini, dengan berbagai arus mode dan trend.5
2.
Skripsi Aryani Nurofifah yang berjudul ”jilbab sebagai fenomena
agama dan budaya” Mahasiswi fakultas adab dan ilmu budaya, UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta 2013. Skripsi ini menyimpulkan bahwa perkembangan gaya
hidup membuat mahasiswi semakin kreatif dalam memadupadakan busana.
Keanekaragaman model dan motif jilbab yang dipakai mahasiswai seperti model
jilbab paris, pashmina, turki, humairan dan jilbab sakina.6
Dari
beberapa penelitian diatas, terdapat perbedaan dengan penelitian ini, walaupun
membahas penelitian tentang pemakaian jilbab, namun objek penelitian mengenai penerapan
hijab syar’i dalam kehidupan modern yang akan penulis teliti ini menjelaskan
tentang penerapan pemakaian hijb syar’i dalam kehidupan yang serba modern ini.
A.
Kerangka Teori
Merumuskan penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern agar
seseorang lebih menghayati dan mampu mengaktualisasikan penerapan hijab syar’i
dengan baik dan benar dalam kehidupan modern. Mengingat waktu modern ini yang
kebanyakan masyarakat kaum wanita tidak memperhatikan hijab yang benar dan baik.
Lalu apa dan bagaimana penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern? Ada yang
berpendapat bahwa hijab syar’i tidak begitu penting memakainya, akan tetapi
yang penting kita menutupi aurat dengan benar. Hijab syar’i adalah jilbab yang
menutupi seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak
tipis, tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita
kafir. Para peneliti menyetujui pernyataan hijab syar’i sebagai berikut. 2
peneliti sebelumnya pendapat dapat disimpulkan bahwa hijab syar’i tidak hanya
diterapkan dalam pengertian sempit yaitu hanya di pakai untuk menutupi aurat akan
tetapi juga menjaga kesopanan dengan tidak menonjolkan bagian tubuhnya, ataupun
juga tidak mencari perhatian pada kaum lelaki, dengan harapan akan mempunyai
dampak yang positif bagi wanita muslim agar dapat merasakan, wanita muslim dapat memahami dan
melaksanakan ajaran agama Islam dengan lebih mendalam dalam kehidupan
sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun dalam kehidupan sosial
kemayarakatan, sehingga ajaran agama Islam dapat dihayati dan diamalkan dengan
sebaik-baiknya.
B.
Metode Penelitian
Metode Studi Pustaka
Untuk mendapatkan data-data
yang menunjang dengan pengambilan data-data dari buku-buku tertentu yang di
gunakan sebagai landasan dalam penulisan laporan ini.
C.
Sistematika Pembahasan
1.
Bagian awal
Bagian awal
terdiri dari halaman sampul, halaman judul, kata pengantar, dan daftar isi.
2.
Bagian Inti
BAB I
PENDAHULUAN
Terdiri dari latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan
sistematika penulisan.
BAB II
PEMBAHASAN
Terdiri dari
pengertian hijab, pentingnya memakai hijab syar’i, penerapan hijab syar’i dalam
kehidupan modern, dan hipotesis.
BAB III
PENUTUP
Mencakup
kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang selanjutnya akan bermanfaat
bagi perkembangan teori maupun praktek bidang yang diteliti.
A.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar