Label

Rabu, 03 Februari 2016

Contoh Proposal Penelitian

PROPOSAL PENELITIAN

PENERAPAN HIJAB SYAR’I DALAM KEHIDUPAN MODERN
M. Yordan Aldisar (XI PK – 18- )
Muhammad Aqib  (XI PK – 24- )
A.    Latar Belakang Masalah

Dikalangan masyarakat kita, mayoritas agamanya islam, walaupun mayoritas, namun kurang terlihat perbuatan masyarakat kita yang menunjukkan nilai islam seluruhnya. Islam dikategorikan sebagai agama yang banyak kegiatan wajibnya. Yang setiap harinya diwajibkan melakukan sholat lima waktu bagi yang sudah baligh. “Islam memiliki lima pokok yang harus dijaga umatnya yaitu ruh, harta benda, pikiran, keturunan dan aurat atau kehormatan. Kelima dasar pokok ini harus dijaga oleh umat islam dengan seluruh jiwa dan raganya. Misalnya aurat yang merupakan kehormatan dari manusia khususnya wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang sesuai syari’at Islam serta menutup kepalanya dengan jilbab.”1
Jilbab diwajibkan bagi muslimat, karena sudah ada dalilnya didalam al-Qur’an dan Hadits. Kebanyakan umat muslim tahu bahwa islam mewajibkan wanita (muslimah) untuk mengenakan jilbab. Adanya kewajiban memakai jilbab bagi wanita, sejarah berkata bahwa jilbab itu sendiri merupakan bagian dari pakaian kebesaran dari umat islam. Batasan-batasan aurat bagian muka dan telapak tangan baik dalam keadaan sholat muapun tidak. Suatu keharusan bagi setiap wanita memakai jilbab dengan maksud untuk menutupi aurat. Jilbab merupakan identitas sebagai sebuah kebaikan, kesopanan, ketaatan, ataupun hal-hal yang bersifat terpuji.
“Pada awal sebelum islam, jilbab sudah dipakai oleh kaum wanita arab yang merdeka. Sedangkan wanita yang berstatus sebagai budak tidak memakai jilbab. Namun, pada masa itu jilbab dipakai hanya sekadar untuk menutup sebagian rambut, sedangkan leher tetap dibiarkan terbuka dan bahannya pun terbuat dari bahan yang tipis, karena kaum wanita arab pada waktu itu senang memperlihatkan perhiasan dan kecantikan mereka.”2
Ragam bentuk hijab bermacam-macam varian, hal itu dikarenakan oleh perkembangan zaman yang semakin pesat. Seperti jilbab bergo atau jilbab instan, jilbab rajut, jilbab segi empat atau pashmina, dan jilbab segitiga. Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia di hebohkan dengan artis-artis berjilbab yang bisa dikatakan berlebih-lebihan, yang berhijabnya mana kala itu menampakkan bentuk lehernya seperti biarawati Kristen, kepalanya seperti bonggol unta yang bergoyang-goyang, dan kain jilbabnya tidak menutupi dada. Itulah permasalahan yang sekarang terjadi di masyarakat Indonesia. Karena ada hadits yang berbunyi :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401).3 Dan juga ada hadits yang artinya  “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, (1) Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim) dan (2) perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi syurga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jaraknya jauh sekali).” (HR. Muslim)4
Dari dua hadits di atas, kita mengetahui bahwa sangat pentingnya wanita untuk tidak berlebih lebihan dalam berhijab, dan masyarakat kita kebanyakan belum tahu tentang dua hadits tersebut, sehingga mereka meniru gaya berhijabnya artis-artis. Maka ada sebuah tekad dari penulis untuk mengadakan penelitian tentang “Penerapan Hijab Syar’i Dalam Kehidupan Modern”.
A.    Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari hijab syar’i dan apa pentingnya memakai hijab syar’i.
2.      Bagaimana penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern.


B.     Tujuan Penelitian

1.      Untuk mengetahui pengertian dari hijab syar’I dan mengetahui pentingnya memakai hijab syar’i.
2.      Untuk mengetahui penerapan hijab syar’i yang benar dalam kehidupan modern.


C.     Manfaat Penelitian
1.      Menambah wawasan penulis mengenai arti hijab syar’i yang sebenarnya.
2.      Dapat menjadi pertimbangan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat
3.      Sebagai bahan referensi bagi pembaca sehingga dapat memperkaya dan menambah wawasan.   

D.    Telaah Pustaka
Melihat urgensi dari memakai hijab syar’i, tentunya tidak sedikit dari peneliti yang membahas tema ini diantaranya adalah:
1.      Skripsi Ike Puspita Sari yang berjudul ” Perspektif Jilbaber Terhadap Trend Jilbab Dikalangan Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta” Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2013. Skripsi ini menyipulkan mengapa para jilbaber dapat berpegang teguh dengan penampilan mereka yang sederhana namun Islami pada saat perubahan zaman yang terjadi saat ini, dengan berbagai arus mode  dan trend.5
2.      Skripsi Aryani Nurofifah yang berjudul ”jilbab sebagai fenomena agama dan budaya” Mahasiswi fakultas adab dan ilmu budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2013. Skripsi ini menyimpulkan bahwa perkembangan gaya hidup membuat mahasiswi semakin kreatif dalam memadupadakan busana. Keanekaragaman model dan motif jilbab yang dipakai mahasiswai seperti model jilbab paris, pashmina, turki, humairan dan jilbab sakina.6
Dari beberapa penelitian diatas, terdapat perbedaan dengan penelitian ini, walaupun membahas penelitian tentang pemakaian jilbab, namun objek penelitian mengenai penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern yang akan penulis teliti ini menjelaskan tentang penerapan pemakaian hijb syar’i dalam kehidupan yang serba modern ini.


A.    Kerangka Teori
Merumuskan penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern agar seseorang lebih menghayati dan mampu mengaktualisasikan penerapan hijab syar’i dengan baik dan benar dalam kehidupan modern. Mengingat waktu modern ini yang kebanyakan masyarakat kaum wanita tidak memperhatikan hijab yang benar dan baik. Lalu apa dan bagaimana penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern? Ada yang berpendapat bahwa hijab syar’i tidak begitu penting memakainya, akan tetapi yang penting kita menutupi aurat dengan benar. Hijab syar’i adalah jilbab yang menutupi seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis, tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita kafir. Para peneliti menyetujui pernyataan hijab syar’i sebagai berikut. 2 peneliti sebelumnya pendapat dapat disimpulkan bahwa hijab syar’i tidak hanya diterapkan dalam pengertian sempit yaitu hanya di pakai untuk menutupi aurat akan tetapi juga menjaga kesopanan dengan tidak menonjolkan bagian tubuhnya, ataupun juga tidak mencari perhatian pada kaum lelaki, dengan harapan akan mempunyai dampak yang positif bagi wanita muslim agar dapat  merasakan, wanita muslim dapat memahami dan melaksanakan ajaran agama Islam dengan lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun dalam kehidupan sosial kemayarakatan, sehingga ajaran agama Islam dapat dihayati dan diamalkan dengan sebaik-baiknya.


B.     Metode Penelitian

Metode Studi Pustaka
 Untuk mendapatkan data-data yang menunjang dengan pengambilan data-data dari buku-buku tertentu yang di gunakan sebagai landasan dalam penulisan laporan ini.


C.     Sistematika Pembahasan
1.      Bagian awal
Bagian awal terdiri dari halaman sampul, halaman judul, kata pengantar, dan daftar isi.
2.      Bagian Inti
BAB I
PENDAHULUAN
            Terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II
PEMBAHASAN
            Terdiri dari pengertian hijab, pentingnya memakai hijab syar’i, penerapan hijab syar’i dalam kehidupan modern, dan hipotesis.
BAB III
PENUTUP
            Mencakup kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang selanjutnya akan bermanfaat bagi perkembangan teori maupun praktek bidang yang diteliti.
A.    Daftar Pustaka
          

Sari, I.P.2013.” Perspektif Jilbaber Terhadap Trend Jilbab Dikalangan Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga.

 

Nurofifah, Aryani ,2013, ”jilbab sebagai fenomena agama dan budaya” ,Skripsi,, Yogyakarta: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga.

 

Al-jauzaa’, Abu,“Takhrij Hadits : “Barangsiapa yang Menyerupai Suatu Kaum, Maka Ia Termasuk Golongan Mereka” dan Faedah Ringkas yang Terdapat di dalamnya”, abul-jauzaa.blogspot, diakses dari http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/01/takhrij-hadits-barangsiapa-yang.html, pada tanggal 21 April 2015.

 

Mubarok ,A,A”Wanita Perpunuk Onta”, seteteshidayah.wordpress, diakses dari https://seteteshidayah.wordpress.com/2012/09/12/wanita-perpunuk-onta/ pada tanggal 21 April 2015.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar